Yusdianto: Maladministrasi, Izin Cuti Ikut Pilwalkot Yusuf Kohar

Dr. Yusdianto/Foto Ist
Dr. Yusdianto/Foto Ist

Dr Yusdiyanto berpendapat izin cuti ikut Pilwalkot Bandarlampung dari Wakil Wali Kota Bandarlampung Yusuf Kohar kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi itu maladministrasi.


"Maladministrasi, bisa diproses karena merugikan wali kota yang dalam hal ini Herman HN," kata akademisi tata negara dari Universitas Lampung kepada Kantor Berita RMOLLampung, Selasa (8/9).

Menurut Yusdianto, izin cuti jabatan Yusuf Kohar semestinya melalui Herman HN, bukan langsung ke Arinal Djunaidi. "Itu yang keliru," ujarnya.

Sesuai UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Yusuf Kohar itu pembantu Herman HN sebagai pemimpin di Kota Bandarlampung.

Yang bikin makin "ruwet", katanya, Arinal menyetujuinya. "Anehnya, gubernur menindaklanjuti kekeliruan tersebut," ujar Yusdianto.

Semestinya, kata dia, permohonan cuti itu berjenjang. Karena wakil itu pembantu wali kota, izin jabatan semestinya melalui wali kota.

Wakil Wali Kota Bandarlampung Yusuf Kohar mengajukan cuti ikut pilwalkot kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi sebelum mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota, Jumat (4/9).

Ketua Divisi Teknis dan Humas KPU Bandarlampung Fery Triatmojo mengatakan Yusuf Kohar mulai cuti tiga hari setelah pengundian nomor urut, saat masa kampanye, mulai 26 September 2020.

Yusuf Kohar bersyukur surat cutinya sudah disetujui Arinal Djunaidi lewat surat No.131.18/2549/01/2020 mulai 26 September aampai 5 Desember 2020.

Surat tertanggal 27 Agustua itu mengatur selama cuti dilarang menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatannya sebagaimana ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Gubernur Arinal membenarkan telah memberikan izin cuti kepada semua kepala daerah atau wakil kepala daerah yang akan ikut serta Pilkada Serentak 2020.
 

 No.131.18/2549/01/2020 mulai 26 September aampai 5 Desember 2020.

Surat tertanggal 27 Agustua itu mengatur selama cuti dilarang menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatannya sebagaimana ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Gubernur Arinal membenarkan telah memberikan izin cuti kepada semua kepala daerah atau wakil kepala daerah yang akan ikut serta Pilkada Serentak 2020.