Satu ASN Positif Corona, Bupati Dendi Liburkan Dinkes Pesawaran

Dendi Ramadhona/RMOLLampung
Dendi Ramadhona/RMOLLampung

Bupati Dendi Ramadhona sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pesawaran, meliburkan Dinas Kesehatan (Dinkes) sampai waktu yang belum ditentukan.


Hal tersebut dilakukan setelah satu orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di dinkes setempat positif Covid-19.

"Iya saya sudah mendengar kabar tersebut, akhirnya saya memberi intruksi untuk dinas kesehatan kita liburkan," jelas Dendi, Selasa (15/9).

Selain meliburkan, dirinya juga telah memerintahkan untuk melakukan tracing kepada orang-orang yang sempat melakukan kontak erat dengan pasien yang berinisial K.

"Hari ini tadi sudah dilakukan swab untuk orang yang kontak erat, kemudian untuk penularannya sendiri, sampai saat ini di Pesawaran belum ada transmisi lokal, semua pasien terpapar dari luar daerah," ungkapnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih luas di lingkup Pemkab Pesawaran, pihak Satgas Penanganan Covid-19 masih melakukan rapat, apakah akan mengambil langkah Work From Home (WFH) atau tidak.

"Masih kita bahas, kalau untuk dinas kesehatan mulai besok mereka kita liburkan terlebih dahulu sampai batas waktu yang belum ditentukan," paparnya.

Dirinya juga menghimbau, kepada seluruh pegawai di lingkup Pemda Pesawaran, agar selalu menerapkan protokol kesehatan baik diluar jam kerja maupun saat jam kerja.

"Kita ketahui bersama, penyebaran virus corona ini tidak bisa diprediksi, keliatan orang itu sehat belum tentu dia tidak membawa virus, kemudian untuk para pegawai yang merasa kurang enak badan atau sakit, sebaiknya izin tidak masuk kerja, sehingga tidak mengkhawatirkan pegawai lainnya," pungkasnya. 

Sebelumnya, Kepala Dinkes Pesawaran Harun Tri Joko, membenarkan informasi terkait adanya salah satu ASN yang bertugas di dinasnya dinyatakan positif Covid-19.

"Informasi tersebut memang benar, ASN itu bertugas sebagai staf bendahara keuangan Dinkes yang berinisial K, ia merupakan warga Bandarlampung," jelasnya, Selasa (15/9).

Dirinya mengatakan, hal tersebut diketahui setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pasien tersebut, dan menurut informasi, pasien ini terpapar dari salah satu keluarganya yang bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Bandarlampung.