Harimau Yang Resahkan Warga Sumsel Dilepas Di TWNC Lampung

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melepaskan harimau sumatera ke Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) di Tambling Kabupaten Pesisir Barat, Rabu (22/1) pagi.


Tertangkapnya harimau sumatera di Desa Pelakat, Kecamatan Semende Darat Ulu, Muara Enim Sumatera Selatan (Sumsel) itu disambut baik oleh berbagai pihak, karena diduga harimau itu telah menerkam warga.

"Saya sangat mengapresiasi tim yang berhasil mengamankan harimau sumatera yang meresahkan masyarakat, khususnya di Sumatera Selatan. Harimau itu dievakuasi ke Tambling karena di sana ada fasilitas," ungkap Arinal, di Bandarlampung.

Arinal menyatakan, harimau ini diterbangkan dengan pesawat Casa ke Taman Tambling. Dia menyatakan harimau pada prinsipnya tidak ingin menyerang manusia.

Namun, kalau sudah tahu rasa daging manusia, dia akan mencari dan mencari manusia. Agar tidak terjadi lagi, harimau itu dievakuasi ke TWNC.

"Kita punya Taman Nasional Bukit Barisan di wilayah Tambling yang habitat bisa memenuhi persyaratan hidup harimau. Kita berharap, harimau itu bisa menemukan kehidupan di Gunung Denpo lebih baik," jelasnya.

Koordinator Translokasi TWNC Drh. Sadmoko menyatakan pihaknya telah siap menerima harimau yang akan ditempatkan di TWNC.

Menurutnya, nanti harimau ini akan dikandangkan beberapa hari. Makanan dan situasinya disiapkan, sehingga ketika sudah memenuhi syarat dan diobservasi, harimau itu akan dilepas.

TWNC dikelola oleh Artha Graha Peduli (AGP) dengan luas wilayah 48.153 hektar hutan dan 15.000 hektar pantai dan lautan sebagai pusat penelitian dan konservasi flora dan fauna di Indonesia terutama konservasi harimau sumatera.

Harimau sumatera yang bermasalah dengan manusia atau luka akan menjalani rehabilitasi dan kemudian dilepas ke alam liar.

TWNC ini secara resmi dan sah dikelola sejak akhir tahun 2002. Hingga kini sudah puluhan harimau dilepasliarkan ke hutan setelah melewati tahapan di TWNC.

Harimau-harimau itu berasal dari Aceh yang juga diterbangkan ke TWNC dari Banda Aceh merupakan harimau yang sakit, dan sebagainya.