Gelisah Dengar Siraman Rohani Picu Alpin Tusuk Syekh Ali Jaber

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad/ RMOLLampung
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad/ RMOLLampung

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengungkap motif tersangka Alpin Andrian melakukan penusukan terhadap Syekh Ali Jaber, lantaran merasa gelisah saat mendengar siraman rohani.


"Berdasarkan pengakuan tersangka, dia pernah bermimpi bertemu dengan Syach Ali Jaber, dari situ dia mulai mencari tahu di media sosial, dan dia merasa gelisah," kata Pandra, sapaannya, Selasa (15/9).

Menurutnya, setelah dilakukan pemeriksaan urine, tersangka Alpin Andrian tidak dalam pengaruh narkotika.

"Tersangka telah dilaksanakan pemeriksaan urine dan ternyata hasilnya negatif," jelasnya.

Lanjutnya, terkiat informasi yang berkembang tentang gangguan kejiwaan, pihak kepolisian tentunya meminta bantuan dari saksi ahli.

"Tentu penyidik meminta bantuan saksi ahli yaitu tim dokter dari RSJ Kurungan nyawa di Kabupaten Pesawaran. Mabes Polri hal ini pusat kedokteran polri juga telah mengirim psikiater ahli," ujarnya.

Tambahnya, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber.

"Kami sebagai penyidik harus sesuai dengan harapan masyarakat. Perkara ini harus cepat, tepat dan akurat terhadap penerapan pasal ," jelasnya.

Pandra menjelaskan ada 5 saksi yang telah diperiksa dan barang bukti berupa sebilah pisau bergagang kayu, baju gamis berwarna hitam, ada kaus berwarna putih dan ada kaus yang digunakan pelaku saat melakukan tindak pidana.